Bansi Organology: Minangkabau Wind Instrument Production of Hamdan Thawil in Padangpanjang

Hengki Armez Hidayat, Yensharti Yensharti, Saaduddin Saaduddin

Abstract


This research examines the production process of making Minangkabau wind instrument, Bansi, produced by Hamdan Thawil. This research began by observing the stages of making Bansi, then about production factors that affect the production process. The results of this study include; 1) the selection and processing of raw materials, 2) the use of tools, 3) the manufacturing phase of Bansi and the factors of production; 1) natural resource factor, 2) human resource factor, 3) capital resource factor and 4) expertise/ skill factor. The research was conducted with a case study approach and using qualitative methods. Data collection techniques were carried out using participatory observation, interviews, documentation, and triangulation.

 

Organologi Bansi: Alat Musik Tiup Minangkabau Produksi Hamdan Thawil di Padangpanjang. Penelitian ini mengkaji proses produksi pembuatan alat musik tiup Minangkabau, Bansi, produksi Hamdan Thawil. Penelitian ini dimulai dengan mengamati tahapan pembuatan bansi, kemudian tentang faktor-faktor produksi yang mempengaruhi proses produksi. Hasil penelitian ini meliputi; 1) pemilihan dan pengolahan bahan baku, 2) penggunaan alat, 3) tahap pembuatan bansi dan faktor produksi; 1) faktor sumber daya alam, 2) faktor sumber daya manusia, 3) faktor sumber daya permodalan dan 4) faktor keahlian/keterampilan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi.


Keywords


Bansi Organology; Hamdan Thawil; Minangkabau wind instrument

Full Text:

PDF

References


Asmani, J. M. (2012). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal. Yogyakarta: DIVA Press.

Arya Sucitra, I. G. (2015). Transformasi Sinkretisma Indonesia dan Karya Seni Islam I Gede Arya Sucitra. Journal of Urban Society’s Arts, 2(2), 89–103. https://doi.org/https://doi. org/10.24821/jousa.v2i2.1446

Bintarto, A. G. (2014). Aspek Olah Vokal Musik Klasik Barat pada Musik Populer. Journal of Urban Society’s Arts, 1(1), 44–56. https://doi. org/10.24821/jousa.v1i1.787

Budaya, A. (2012). Alat Musik Tiup: Bansi dalam Ritual Penyadapan Enau di Nagari Saruaso Minangkabau. Ekspresi Seni, 14(1), 1–15. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26887/ ekse.v14i1.166

Hidayat, H. A., Wimbrayardi, W., & Putra, A. D. (2019). Seni Tradisi Dan Kreativitas Dalam Kebudayaan Minangkabau. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan Dan Pendidikan Musik, 1(2), 65–73. https://doi.org/10.24036/ musikolastika.v1i2.26

Hood, Mantle. (1964). The Ethnomusicologist. Ohio: The Kent State, University Press.

Moleong, J Lexy. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda- karya.

Purba. (2014). Studi Organologi Siligun Simalungun Buatan Bapak Ja Huat Purba Desa di Desa Tengkoh Kecamatan Penombean Pane, Kabu- paten Simalungan.

Rahardjo, Susilo & Gudnanto. (2011). Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Kudus: Nora Media Enterprise.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode PenelitianPendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syafwandi, Z. (2018). Makna Filosofi Ornamen Hias Tradisional Minangkabau Masihkah Relefan Dengan Pola Kehidupan Masyarakat Sekarang. Ranah Seni, 12(1), 489–500. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/ ranahseni.v12i01.36

Tilaar, H. A. (2011). Manajemen Pendidikan Nasional. PT Remaja Rosdakarya.




DOI: https://doi.org/10.24821/jousa.v7i2.4157

Article Metrics

Abstract view : 476 times
PDF - 288 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseISSN 2355-2131 (print) | ISSN 2355-214X (online).

 

View My Stats