Makna dalam Pertunjukan "1200°" karya Papermoon Puppet Theatre: Kajian Semiotika Roland Barthes
Abstract
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abe, Muhammad.2016. “Membaca Makna Ruang dan Peristiwa pada Pertunjukan Saidja Karya Papermoon Puppet Theatre dan Het Volksoperahuis,” Jurnal Kajian Seni Vol.02 No.02 (April 2016):116-131.
Agnes, Tia. 2022. “Publik Kini Bisa Melihat Artefak Pentas Papermoon Puppet Theatre Maracosa,” dalam detikHot, https://hot.detik.com/art/d-106032505/publik-kini-bisa-melihatartefak-pentas-papermoonpuppettheatre-maracosa, diakses 14 Juli 2025.
Aribowo, Matheus.2021.”Menjadi Dalam dan Luas #1 1200º Papermoon Puppet Theatre,” dalam jurnal Seranumsenja,
https://seranumsenja.wordpress.com/2021/02/06/menjadi-dalam-dan-luas-1-1200%E2%81%B0-Papermoonpuppet-theatre/, diakses pada 06 Juni 2025.
Ariestanty, Windy (ed.).2020. Papermoon Puppet Theatre Selepas Nafas. Yogyakarta: Papermoon Puppet Theatre.
Alhaq, Muhammad dan Senja Aprela Agustin.2020. “Perancangan Cerita, Boneka Karakter dan Environment untuk Serial Teater Boneka
“Tangkupet” dengan Mengangkat Unsur Identitas Lokal Indonesia,”
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol.9 No.1 (2020):64-71.
Barthes, Roland.2012. Elemen-elemen Semiologi, diterjemahkan oleh Kahfie Nazaruddin.Yogyakarta: Jalasutra.
De Criste, Stephani.2017. “ Proses Kreatif Musik Papermoon Puppet Theatre,” Institutional Repository Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurnal Tugas Akhir (Desember 2017).
Douglas, Mary.1966. Purity and Danger: an Analysis of Concepts of Pollution and Taboo. New York: Routledge.
Febriansyah, Delfin.2023. “ Transformasi Tubuh Tranvestism dalam Pertunjukan Raminten Cabaret Show di Yogyakarta.” Skripsi S-1 Prodi Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni
Indonesia,Surakarta.
Jaeni.2015.Metode Penelitian Seni Subjektif– Interpretatif Pengkajian dan Kekaryaan Seni.Bandung: Sunan Ambu STSI Press
Lawler, Steph.2021.Identitas: PerspektifSosiologi, diterjemahkan oleh Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Cantrik Pustaka.
Mayangsar, Heni.2019. “ Bentuk Pertunjukan Papermoon Puppet
Theatre dalam Cerita “Secangkir Kopi dari Playa,”Apron Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol.7 No.2 (Desember 2018):1-14
Ninik, Fransisca Romana. 2021.”Kelindan Kerapuhan-kekuatan dalam 1200⁰,” https://www.kompas.id/baca/gayahidup/2
/02/14/kelindan-kerapuhan-kekuatandalam-1200 , diakses 14 Februari 2021.
Rahayuningtias, Kristi.2020.”Analisis Semiotika Roland Barthes Hubungan Seks Bebas dalam Film Dua Garis Biru.” Skripsi S-1 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informatika dan Komunikasi
Universitas Semarang.
Synnott, Antony.2002. Tubuh Sosial: Simbolisme,diri, dan Masyarakat, diterjemahkan oleh Pipit Maizier. Yogyakarta: Jalasutra.
Sulistyani, Maria Tri.2019. ”Papermoon Puppet Theatre: The Jurney of Making Contemporary Puppet Theatre Come Alive in The land of Java” dalam jurnal Women and Puppetry Critikal and Historical Investigations (179-188)
Sulistyani, Maria Tri. 2021. “1200º Twelve Hundred Degrees,”
https://www.Papermoonpuppet.com/1200-twelvehundreddegrees /, diakses pada 14 Juli 2025
Wahyudi.2019.”Kontestasi Para Waria dalam Pertunjukan Kethoprak Lakon Ande-Ande Lumut oleh Paguyupan Seni Sedap Malam Sragen: Sebuah Kajian Performatifitas Gender.” Skripsi S-1 Prodi Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia,Surakarta.
Yangni, Stanislaus.2020. Waria, Bahasa dan Dunia Malam. Yogyakarta: Buku Baik
DOI: https://doi.org/10.24821/tnl.v23i1.19405
Refbacks
- There are currently no refbacks.







2.png)

