MANAJEMEN KELAYAKAN UNTUK AUDIENS ANAK-ANAK PADA PAMERAN KIDS BIENNALE INDONESIA 2025
Abstract
Seni memiliki peran penting dalam perkembangan kreativitas dan ekspresi diri anak-anak. Kids Biennale Indonesia hadir sebagai platform yang memfasilitasi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan karya seni mereka, sekaligus memperkenalkan dunia seni rupa sejak dini. Dalam penyelenggaraannya, aspek tata pajang karya menjadi salah satu elemen kunci yang menentukan keberhasilan pameran. Penataan yang baik tidak hanya memperkuat pesan kuratorial, tetapi juga menciptakan pengalaman visual yang menarik dan edukatif bagi pengunjung, khususnya anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana tata pajang karya pada Kids Biennale Indonesia 2025 dapat mengakomodasi perspektif anak-anak sehingga lebih inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif agar peneliti dapat menggali fenomena secara mendalam, terutama menyangkut pengalaman visual, kenyamanan, dan interaksi anak sebagai audiens terhadap karya seni yang dipajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian eye level yang digunakan pada Kids Biennale Indonesia 2025 adalah 135 cm, disesuaikan dengan rata-rata tinggi badan anak usia sekolah dasar di Indonesia. Pustek untuk karya tiga dimensi menggunakan ketinggian rata-rata 70 cm, sementara karya gantung dipasang dengan sudut kemiringan 10-15 derajat ke depan guna mengakomodasi sudut pandang anak.
Kata kunci: manajemen pameran; tata pajang; layak anak
---
Display Management for Child Audiences at the Kids Biennale Indonesia 2025 Exhibition. Art plays a significant role in the development of creativity and self-expression in children. Kids Biennale Indonesia serves as a platform that facilitates a space for young generations to showcase their artworks, while simultaneously introducing them to the world of visual arts from an early age. In its implementation, the display arrangement of artworks constitutes one of the key elements that determines the success of an exhibition. A well-considered arrangement not only reinforces the curatorial message, but also creates a visually engaging and educational experience for visitors, particularly children. This study aims to examine how the display arrangement at Kids Biennale Indonesia 2025 can accommodate children’s perspectives and foster greater inclusivity. A descriptive qualitative approach was employed to enable an in-depth exploration of the phenomenon, particularly with regard to children’s visual experience, comfort, and interaction as audiences engaging with the exhibited artworks. The findings indicate that the eye-level height applied at Kids Biennale Indonesia 2025 is 135 cm, adjusted to the average height of primary school-aged children in Indonesia. Pedestals for three-dimensional works are set at an average height of 70 cm, while hanging works are mounted at a forward tilt of 10-15 degrees to accommodate children’s viewing angles.
Keywords: exhibition management; display arrangement; child-friendly
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Evans, J., & Jones, P. (2011). The walking interview: Methodology, mobility and place. Applied Geography, 31(2), 849-858. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2010.09.005
Hein, G. E. (1998). Learning in the museum. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203028322
Indratmo, E., & Handayani, T. L. (2014). Studi manajemen penyelenggaraan pameran seni rupa di Bentara Budaya Yogyakarta. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik, dan Wacana Seni Budaya Rupa, 6(1), 38-60. https://doi.org/10.33153/bri.v6i1.437
Ivana, J., Mustika, I. K., & Utami, N. M. P. (2023). Display pameran karya seni MBKM 2023 Program Studi Seni Murni ISI Denpasar di Living World Denpasar. Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni, 3(2), 148-153. https://doi.org/10.59997/ctkr.v3i2.2864
Karadeniz, C. (2010). Children’s museums and necessity for children’s museums in Turkey. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 2(2), 600-608. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.03.070
Mappasere, S. A., & Suyuti, N. (2019). Pendekatan kualitatif. In I. S. Wekke (Ed.), Metode penelitian sosial (pp. 33-53). Gawe Buku. https://www.researchgate.net/profile/Ismail-Wekke/publication/344211045_Metode_Penelitian_Sosial/links/5f5c132ea6fdcc11640bd740/Metode-Penelitian-Sosial.pdf
Marpaung, J. V., & Tabrani, W. A. (2018). Perancangan transportasi umum shuttle bus ramah lingkungan (studi kasus daerah Jakarta Selatan). Senada (Seminar Nasional Desain dan Arsitektur), 1, 172-181. https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/60
Pribadi, B. (2025, July 7). Pancaran tumbuh tanpa takut dalam pameran seni rupa Kids Biennale 2025. Tempo. https://www.tempo.co/teroka/pancaran-tumbuh-tanpa-takut-dalam-pameran-seni-rupa-kids-biennale-2025-1925397
Ringel, G. (2005, June 4-5). Designing exhibits for kids: What are we thinking. In From content to play: Family-oriented interactive spaces in art and history museums [Symposium]. The J. Paul Getty Museum Symposium, Los Angeles, California, USA. https://www.getty.edu/education/symposium/Ringel.pdf
Sandjaja, & Soekatri, M. Y. E. (2014). Kecenderungan pertumbuhan tinggi badan anak usia 5-18 tahun di Indonesia 1940-2010. Gizi Indonesia, 37(2), 79-90. https://www.researchgate.net/publication/336864087_KECENDERUNGAN_PERTUMBUHAN_TINGGI_BADAN_ANAK_USIA_5-18_TAHUN_DI_INDONESIA_1940_-_2010
Susanto, M. (2014). Modul: Manajemen pameran seni rupa. Pusat Pengembangan SDM Kebudayaan, Badan PSDMPK-PMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://repositori.kemendikdasmen.go.id/id/eprint/30843
Tansi, R. B., Ahmad, A. A., & Yunus, P. P. (2018). Manajemen pelaksanaan pameran studi khusus mahasiswa pendidikan seni rupa Universitas Muhammadiyah Makassar. Eprints Universitas Negeri Makassar. https://eprints.unm.ac.id/id/eprint/11877
DOI: https://doi.org/10.24821/ars.v29i1.18245
Refbacks
- There are currently no refbacks.
© 2026 Faculty of Visual Arts and Design, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

This work is licensed under
the Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License (CC BY-NC-ND 4.0).
Visitor
