KOMPOSISI WARNA SPLIT KOMPLEMENTER UNTUK PENCIPTAAN LUKISAN LANSKAP CAT AIR
Abstract
Penelitian berjudul “Komposisi Warna Split Komplementer untuk Penciptaan LukisanLanskapCat Air” ini untuk mengkaji komposisi warna split komplementer pada lukisan dengan material cat air di kertas. Warna komplementer adalah warna yang berhadap-hadapan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning berkomplementer dengan ungu. Adapun split komplementer atau bias komplementer adalah sebuah warna dengan warna yang ada di dekat warna komplementernya, contohnya, warna kuning berbias komplementer dengan ungu-biru maupun ungu-merah. Dalam hal ini, warna kuning merupakan poros untuk split komplementer.Rumusan masalahnya adalah bagaimana menciptakan lukisan lanskap dengan menggunakan warna split komplementer danpersoalan artistik apakah yang timbul pada lukisan yang menggunakan warna split komplementer dengan material cat air. Penelitian ini menghasilkan lukisan dengan komposisi warna split komplementer dengan poros wana primer (merah, biru, dan kuning) maupun warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu). Persoalan artistik yang dianalisis meliputi efek teknik cat air pada warna split komplementer, tonalitas, dan objek.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aruman, Junaedi, D., & Hariyanto, I. (2015). Batik Postmodern (Pengadaptasian Elemen Artistik Lukisan Modern Indonesia dalam Teknik dan Motif Batik Tradisional Yogyakarta. Yogyakarta: Penelitian Penelitian Hibah Bersaing Dikti.
Dorno, J. (2014). Bentuk dan Makna Simbolik Ornamen Ukir pada Interior Masjid Gedhe Yogyakarta . Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Seni Kerajinan Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Garcia, J. (2002). Mastering the Watercolor Wash. Cincinnati : North Light Books .
Petroski, H. (2010). The pencil: a history of design and circumstance. New York: Alfred A. Knopf.
Rath, A. K. (2010). The Vibrating Harrow: Love and Loathing in Entang Wiharso's Recent Work. In J. Supangkat, S. Wisetrotomo, A. K. Rath, & S. Barry, Love Me or Die: Entang Wiharso (pp. 83-149). Jakarta Utara: Galeri Canna.
Sahman, H. (1993). Mengenal Dunia Seni Rupa: Tentang Seni, Karya Seni, Aktivitas Kreatif, Apresiasi, Kritik dan Estetika . Semarang: IKIP Semarang Press.
Sunaryo, S. (2009). Ornamen Nusantara Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahaga Prize.
Urdea, O. (2015). Klimt, from Painting to Fashion . Annals of the University of Oradea Fascicle of Textiles-Leatherwork, 89-94.
Wisetrotomo, S. (2016). Run Suluk Pikir Jiwa dan Raga. In S. Wisetrotomo, K. Indarto, & S. Monica, Run: the Journey of Mind, Soul and Body (pp. 23-183). Yogyakarta: NS dan Agung Tobing.
DOI: https://doi.org/10.24821/ars.v22i2.2943
Article Metrics
Abstract view : 7133 timesPDF - 15157 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
visitor visitor