BURUNG GARUDA DALAM SENI KRIYA

Dedy Shofianto

Abstract


 

Garuda is an eagle bird that becomes Indonesian national symbol, famous with the slogan Bhineka Tunggal Ika. Garuda is chosen as a source of wood craft creation starts from the idea of writer to take a closer look about a phenomenon of the people of Indonesia nowadays. Slogan Bhineka Tunggal Ika means “unity in diversity”. However, Indoneisan people in this moment are deeply devided by various conflicts such as; religions, cultures, socials, and also politics. The form of Garuda in this creation will go to a deformation become kinetic work. The Garuda with dynamic movement in this creation is different with static Garuda that we commonly see.

This artwork creation is using several theories as a basis creation. The first theory is phenomenology by Kuswarno with subjectivism approach. This theory is used to see phenomenon that happens in Indonesia. The second one is aesthetic theory, for aesthetic and social function which is the main stake. Third, creativity theory by Rhodes, it stated that creativity commonly is formulated in the term “Four P’s Creativity”, which is one thing, interrelated within person, process, press, and products.  Creation method in this work uses practice based research. In the practice process, these several stages, exploration, experiment, and execution are applied.

The finding outcome in this creation is the fact that different to kinetic work in common, this work is stimulated by mechanic technique and electronic which produce sensor. Therefore, the audience could do interaction directly with the art work. This creation produce five artwork consists of three panel works, and two 3D artwork. Each work has different meaning but has one same correlated concept. The artwork which is created produce a new character of Garuda by combining forms of machine mechanic such as gears, bolts, with electronic devices. All those artwork is dominated by wood, while still showing the character of Garuda and the meaning behind Garuda. Besides, this artwork is also able to represent creativity potency as well as innovation and education in the world of art.

  

Burung garuda merupakan simbol negara Indonesia yaitu garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Garuda diangkat sebagai sumber penciptaan kriya kayu ini berawal dari penulis melihat fenomena keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki arti “berbeda- beda tetapi tepat satu” akan tetapi, bangsa Indonesia pada saat ini berpecah belah dikarenakan suatu konflik agama, budaya, sosial, serta politik. Bentuk garuda dalam penciptaan ini akan mengalami suatu deformasi menjadi karya kinetik, pada umumnya kita melihat garuda dengan bentuk statis akan menghasilkan gerakan yang dinamis dalam karya ini.

Penciptaan karya ini menerapakan beberapa teori sebagai landasan penciptaannya. Pertama teori Fenomenologi dari Kuswarno  dengan pendekatan sudut pandang subjektivisme, teori ini sebagai cara melihat fenomena yang terjadi saat ini di Indonesia.  Kedua teori estetika, teori ini sebagai fungsi estetika dan sosial merupakan pokok utama. Ketiga teori kreativitas dari Rhodes bahwa kreativitas pada umumnya dirumuskan dalam istilah “Four P’s Creativity”, yaitu suatu hal yang saling berelasi antara person, proses, press, dan Products. Sementara metode penciptaan menggunakan penelitian berbasis praktek pada bagian proses prakteknya dilakukan tahapan eksplorasi, eksperimen dan eksekusi.

Hasil temuan dari penciptaan ini yaitu, berbeda dengan kinetik pada umumnya karya ini digerakan dengan teknik mekanik dan elektronik yang akan menghasilkan sensor, sehingga penikmat seni dapat secara langsung berinteraksi dengan karya. Sementara itu dalam tahapan perwujudan karya digunakan beberapa teknik di kriya kayu untuk memperlihatkan nilai estetika dalam karyanya. Penciptaan ini menghasilkan lima karya yang terdiri dari tiga karya panel dan dua karya tiga dimensi. Setiap karya memiliki makna yang berbeda tetapi ada korelasi konsep yang sama. Karya yang diciptakan menghasilkan karakter baru Garuda dengan memadukan bentuk-bentuk mekanik mesin seperti roda gigi, baut, dengan perangkat elektronik. Semua karya tersebut di dominasi dari kayu dengan tetap memperlihatkan karakter Garuda dan makna yang terkandung di dalam Garuda. Selain itu juga mampu menghadirkan potensi kreatifitas serta inovasi dan edukasi dalam dunia kesenian.

 


Keywords


Garuda, deformation, Kinetic art, wood craft, Garuda, deformasi, seni kinetik, kriya kayu

References


Daftar Pustaka

Asa Berger, Arthur, Pengantar Semiotika: Tanda-Tanda Dalam Budaya Kontemporer, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2010

Budiman, Kris, Semiotika Visual, Yogyakarta: Buku Baik, 2004

Chen, G.-D., Lin, C.-W., & Fan, H.-W. (2015). The History and Evolution of Kinetic Art. International Journal of Social Science and Humanity, 5(11). https://doi.org/10.7763/ijssh.2015.v5.581

Gustami,SP., “Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodologis”, Program Pascasarjana S2 Penciptaan Dan Pengkajian Seni ISI Yogyakarta, 2004.

Kartika, Dharsono Sony, Seni Rupa Modern, Bandung: Rekayasa Sains, 2004.

Hidayat, Nanang R. (2008). Mencari Telur Garuda.Jakarta: Nalar.

SP., Soedarso, Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni, Yogyakarta: Saku Dayar Sana, 1990.

Pasha, Musthafa Kamal, Pancasila dalam Tinjauan Historis Yuridis dan Filosofis, Citra arsa Mandiri, Yogyaarta,2003.

Susanto, Mikke, Diksi Rupa: Kumpulan Istilah Dan Gerakan Seni Rupa, Yogyakarta: Dicti Art Lab dan Djagad Art House, 2011

Webtografi

http://edwinsgallery.com/kinetik_perkembangan.php akses 13 Januari 2014 jam 22:40 WIB.

http://senikinetic.tumblr.com/.akses 22 juni 2015 jam 10:26 WIB

https://tribakti10.blogspot.co.id/2015/11/pencipta-lambang-negara-republik.html. akses 2 Oktober 2017 22:30 WIB

mat-hindu. akses 2 Oktober 2017 22:30 WIB

http://indoartnow.com/artists/edwin-rahardjo. akses 24 otober 2017 21:30 WIB

http://businesslounge.co.id/2014/10/30/sekilas-karya-karya-menarik-dalam-pameran-trienalversi/ .akses 24 otober 2017 21:30 WIB

https://www.merdeka.com/khas/burung-garuda-dewa-atau-elang-jawa.html,2020




DOI: https://doi.org/10.24821/corak.v9i2.4105

Article Metrics

Abstract view : 112 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 548 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Corak : Jurnal Seni Kriya

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN 2301-6027 (print) | ISSN 2685-4708  (online).

 

 

View My Stats