Interpretasi Legenda Dadong Guliang dalam Karya Tari Rwa Bhineda Karmaphala

Femasari Puan Maharani, Lysandra Hari Kurniasari, Mentari Sas Putri, Yurina Gusanti

Abstract


Abstrak

Penelitian penciptaan karya tari Rwa Bhineda Karmaphala ini terinspirasi dari legenda Dadong Guliang dari Bali, namun proses interpretasi serta penciptaannya belum terdokumentasi secara akademis. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi naratif folklor ke dalam karya koreografi dan pertunjukan, serta selanjutnya menciptakan satu karya tari kontemporer yang diinterpretasikan dari legenda Dadong Guliang. Penelitian penciptaan ini menggunakan pendekatan practice-based research dengan metode penciptaan melalui eksplorasi gerak, improvisasi, dan komposisi. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan tim kreatif, dan dokumentasi audio-visual. Karya tari Rwa Bhineda Karmaphala yang yang dihasilkan, terstruktur dalam empat adegan simbolis menggunakan tiga strategi interpretasi utama yaitu transposisi naratif, simbolisasi gerak, dan kontekstualisasi sosio-spiritual. Karya ini dinilai dapat mempertahankan basis filosofis legenda namun sekaligus dapat menghadirkan relevansi kontemporer terkait isu marginalisasi dan ketidakadilan gender. Penelitian penciptaan karya ini menunjukkan bahwa seni dapat berfungsi menjadi medium hermeneutis yang efektif dalam merevitalisasi warisan budaya. Karya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metodologi penciptaan berbasis riset dalam pendidikan seni.

 

Kata kunci: penelitian penciptaan, interpretasi, legenda Dadong Guliang, tari kontemporer

 

Abstract

The Interpretation of the Dadong Guliang Legend in the Dance Work Rwa Bhineda Karmaphala.

This creation research of the dance work Rwa Bhineda Karmaphala is inspired by the Dadong Guliang legend from Bali; however, its interpretation and creation processes have not been academically documented. This creation research aims to analyze the adaptation process of folklore narrative into choreographic and performative works, and subsequently create a contemporary dance piece interpreted from the Dadong Guliang legend. This study employs a practice-based research approach through movement exploration, improvisation, and composition methods. The research was conducted qualitatively via participant observation, in-depth interviews with the creative team, and audio-visual documentation. The resulting dance work, Rwa Bhineda Karmaphala, is structured into four symbolic episodes using three main interpretation strategies: narrative transposition, movement symbolization, and socio-spiritual contextualization. This work is considered capable of maintaining the philosophical foundation of the legend while also presenting contemporary relevance regarding issues of marginalization and gender injustice. This creation research demonstrates that art can function as an effective hermeneutic medium for revitalizing cultural heritage. It is hoped that this work can contribute to the development of research-based creation methodologies in arts education.

 

Keywords: creation research, interpretation, Dadong Guliang legend, contemporary dance


Full Text:

PDF

References


Aqsoliafitrosah, R., & Savitri, A. D. (2021). Refleksi Budaya Masyarakat Hindu Bali: Kajian Etnolinguistik. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-sapala/article/view/43253

Ariani, N. W. S. (2024). Mengenal Dadong Guliang, urban legend penganut ilmu hitam di Bali. https://www.detik.com/bali/budaya/d- 7342857/mengenal-dadong-guliang-urban- legend-penganut-ilmu-hitam-di-bali

Arimbawa, I. G. N., & Putra, I. M. A. (2023). Transformasi Legenda dalam Seni Pertunjukan Bali Kontemporer. Pustaka Laras.

Astuti, I. K. (2019). Peran tari dalam pelestarian cerita rakyat di Bali. Universitas Udayana.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Dibia, I. W. (2020). Filsafat tari dalam kebudayaan Bali. Widyadari: Jurnal Seni Dan Budaya, 2(10), 105–120.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method (2nd ed.). London: Continuum.

Hutcheon, L. (2006). A Theory of Adaptation. Great Britain by Routledge.

Mahendra, I. G. N. (2023). Humor dalam Seni Pertunjukan Bali: Sebuah Tinjauan Sosial. Bali Cultural Review, 3(11), 90–104.

Putra, I. G. A. M., & Dewi, N. K. S. (2020). Interpretasi cerita rakyat Bali dalam seni pertunjukan kontemporer. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 1(5), 15–30.

Suryani, N. P. (2018). Transformasi legenda lokal dalam karya tari Tradisional Bali. Institut Seni Indonesia Denpasar.

Wardana, I. B. (2021). Kolektivitas dalam Tari Bali: Kajian Interaksi Antarpenari. Jurnal Kajian Tari, 2(5), 110–123.

Watra, W. (2020). Preventif Wabah Covid- 19 Saat Nyepi Di Bali: Kajian Perspektif Agama Hindu.

Yulianti, N. K. (2024). Seni Pertunjukan Sebagai Perlawanan Simbolik. Lembaga Studi Seni Dan Gender.




DOI: https://doi.org/10.24821/ekspresi.v14i2.15423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution 4.0 International License.