Tradisi Alek Pisang Manih dalam Upacara Perkawinan di Nagari Panyakalan dalam Analisis Teori Fungsionalisme
Abstract
Abstrak
Penelitian ini menganalisis tradisi Alek Pisang Manih dalam upacara perkawinan masyarakat Nagari Panyakalan, yang unik dan disertai sanksi adat serta moral, menggunakan teori Fungsionalisme Bronislaw Malinowski untuk mengungkap fungsi budayanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tradisi ini mencakup unsur sistem pengetahuan, bahasa, peralatan, dan organisasi sosial dari adat salingka nagari, serta bagian dari rangkaian adat perkawinan yang dilestarikan hingga kini, mencerminkan nilai budaya dan harapan rumah tangga harmonis. Berdasarkan teori Fungsionalisme Malinowski, tradisi berfungsi menjaga struktur sosial matrilineal, menguatkan kekerabatan dan solidaritas, pisang tando sebagai sarana estetika, serta lembaga adat sebagai penjaga nilai dan tata tertib."
Kata kunci: Tradisi Alek Pisang Manih, Fungsi, Struktur Sosial Matrilineal, Solidaritas Sosial.
Abstract
This research analyzes the Alek Pisang Manih tradition in the wedding ceremony of the Nagari Panyakalan community, which is unique and accompanied by customary and moral sanctions, using Bronislaw Malinowski's Functionalism theory to reveal its cultural functions. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection through observation, interviews, and documentation. This tradition encompasses elements of knowledge systems, language, equipment, and social organization from the adat salingka nagari, as well as part of the wedding custom series that is preserved to this day, reflecting cultural values and hopes for a harmonious household. Based on Malinowski's Functionalism theory, the tradition functions to maintain the matrilineal social structure, strengthen kinship and social solidarity, pisang tando as aesthetics medium, and customary institutions as guardians of values and order.
Keywords: Alek Pisang Manih Tradition, Function, Matrilineal Social Structure, Social Solidarity.
Full Text:
PDFReferences
Aziz, B. (2015). Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek [Doctoral dissertation, Universitas Airlangga]. Repository Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/16136/
Ihromi, T. O. (Ed.). (2006). Pokok-pokok antropologi budaya. Yayasan Obor Indonesia.
Kaplan, D., & Manners, R. A. (2002). Teori budaya (L. Simatupang, Trans.). Pustaka Pelajar. (Original work published 1972)
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Drawing valid meaning from qualitative data: Toward a shared craft. Educational Researcher, 13(5), 20–30. https://doi.org/10.3102/0013189X013005020
Naldi, J. (2013). Tradisi mangaku mamak dalam upacara perkawinan (Studi kasus: Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok) [Undergraduate thesis, Universitas Andalas]. Scholar Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/488784/
Okfernando, R. (2013). Alek pisang manih pada masyarakat Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok [Undergraduate thesis, Universitas Andalas].
Safrizal, S. (2025). Silaturahmi sebagai sarana komunikasi interpersonal dalam mempererat hubungan sosial (Perspektif hadits). Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi), 6(1), 9–26. https://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/buanakomunikasi/article/view/3996
Sayuti, M. (2022). Marriage system in Minangkabau culture: Temporary Minangkabau people’s perception. Journal of Cultura and Lingua, 3(1), 49–55. https://culingua.bunghatta.ac.id/index.php/culingua/article/view/106
Setiawan, H. (2014). Manusia utuh: Sebuah kajian atas pemikiran Abraham Maslow. PT Kanisius.
Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
DOI: https://doi.org/10.24821/ekspresi.v14i2.17572
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





