Musik Nusantara sebagai Praktik Budaya dalam Pendidikan Humanitas di Perguruan Tinggi
Abstract
Abstrak
Musik Nusantara merupakan bagian penting dari kebudayaan Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memuat nilai sosial, identitas budaya, dan pengalaman kolektif masyarakat pendukungnya. Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi Studi Humanitas, Musik Nusantara diposisikan sebagai praktik budaya yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual dan reflektif untuk memahami kebudayaan secara lebih nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran mata kuliah Musik Nusantara dan Kajian Budayanya dalam pembelajaran Studi Humanitas di perguruan tinggi, serta menganalisis bagaimana mahasiswa terutama yang tidak memiliki latar belakang musik memaknai Musik Nusantara sebagai praktik kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada mata kuliah Musik Nusantara dan Kajian Budayanya di Program Studi Studi Humanitas Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, analisis materi perkuliahan, serta refleksi tertulis mahasiswa mengenai pengalaman belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah ini berfungsi sebagai media pembelajaran lintas disiplin yang menghubungkan seni, budaya, sejarah, dan kehidupan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi orisinal dengan menunjukkan bahwa Musik Nusantara dapat dipahami dan dimaknai secara kritis oleh mahasiswa non-musik sebagai praktik budaya yang hidup, bukan sekadar objek estetis atau keterampilan teknis. Temuan ini memperkaya kajian pendidikan humanitas dengan menempatkan musik sebagai sarana pembentukan kesadaran budaya reflektif, apresiatif terhadap keberagaman, dan pemahaman kontekstual terhadap dinamika masyarakat Indonesia.
Kata kunci: Musik Nusantara, Pendidikan Humanitas, Praktik Budaya; Mahasiswa Non-Musik, Studi Kasus.
Abstract
Nusantara Music is an essential part of Indonesian culture that functions not only as entertainment but also as a medium through which social values, cultural identity, and collective experiences are expressed. In the context of higher education, particularly within Humanities study programs, Nusantara Music is positioned as a cultural practice that serves as a contextual and reflective learning medium for understanding culture. This article aims to examine the role of the course Nusantara Music and Its Cultural Studies in Humanities education at the university level and to analyze how students especially those without a musical background—interpret Nusantara Music as a form of cultural practice. This study employs a descriptive qualitative approach using a case study design conducted in the Humanities Study Program at Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Data were collected through classroom observations, analysis of course materials, and students’ written reflections on their learning experiences. The findings indicate that the course functions as an interdisciplinary learning medium that connects art, culture, history, and social life. This study offers an original contribution by demonstrating that Nusantara Music can be critically understood and meaningfully interpreted by non-music students as a living cultural practice rather than merely as an aesthetic object or technical musical skill. These findings enrich Humanities education discourse by positioning music as a pedagogical tool for fostering reflective cultural awareness, appreciation of diversity, and contextual understanding of Indonesian socio-cultural dynamics.
Keywords: Nusantara Music, Humanities Education, Cultural Practice, Non-Music Students, Case Study.
References
April, M., Farid, M., Info, A., Dasar, S., & Budaya, P. S. (2023). Pemanfaatan konten multibudaya dalam pembelajaran seni budaya di sekolah dasar. 1(1), 20–27.
Barton, G. (2018). The relationship between music, culture, and society: Meaning in music. In G. Barton & M. Baguley (Eds.), Music learning and teaching in culturally and socially diverse contexts. Springer.
Born, G. (2012). Music and the social. In M. Clayton, T. Herbert, & R. Middleton (Eds.), The cultural study of music: A critical introduction (2nd ed.). Routledge.
Eisner, E. W. (2009). What education can learn from the arts. Art Education, 62(2), 6–9.
Emberly, A. (2014). Ethnomusicology scholarship and teaching: Ethnomusicology and childhood. College Music Symposium, 54, 1–14.
Epria, I., Putra, D., & Padang, U. N. (2023). HUMANISTIC THOUGHT. 25(1).
Gilson, L. L., & Goldberg, C. B. (2015). Editors’ comment: So, what is a conceptual paper? Group & Organization Management, 40(2), 127–130. Retrieved fromhttps://doi.org/10.1177/1059601115576425
Hidayatullah, R. (2022). Pendidikan Musik dalam Bingkai Pengalaman Estetis dan Kultural. 4, 18–25.
Kependidikan, J. I., Bito, G. S., & Ganesha, U. P. (2024). PERSPEKTIF PENDIDIKAN HUMANISTIK PADA “ PATA DELA ” ORANG BAJAWA DI FLORES BAGIAN TENGAH. 5, 287–296.
Khoirina, N., Universitas, P., Semarang, N., & Budaya, N. (2018). Pentingnya pemahaman nilai-nilai budaya lokal dalam Pendekatan Konseling Humanistik. 2(1), 260–268.
Latifah, N. P., Habibi, D. M., & Susandi, A. (2021). Konsep Humanistik Dalam Pendidikan Konteks Pemikiran Paulo Freire Dan K.H Ahmad Dahlan. IQRO: Journal of Islamic Education, 4(2), 103–116.
Lina, P., & Sudhiarsa, R. I. M. (2022). Nilai Moral Kristiani dalam Ukiran Figuratif Sa’o Ngaza pada Masyarakat Ngada Nusa Tenggara Timur. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 8(1), 15–30.https://doi.org/10.18784/smart.v8i1.1517
Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. G. (2010). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. International Journal of Surgery, 8(5), 336–341. https://doi.org/10.1016/j.ijsu.2010.0 2.007
P, F. H. (2018). Pendekatan Eksistensial-Humanistik berbasis nilai budaya kesenian pencak silat dalam mereduksi perilaku agresif. 2(1), 104–112.
Raza, A. (2023). Art and education: Fostering creativity and critical thinking in humanity. Journal of Religion and Society, 1(1), 13–25.
Sabaruddin. (2020). Sekolah dengan Konsep Pendidikan Humanis. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 20(2), 147162.https://doi.org/doi:10.21831/hum.v20i2. 29306.
Sadiran. (2022). Pemikitan Pertalozzii tentang Pendidikan. Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial , 16(2), 197–206. https://doi.org/DOI: 10.56997/almabsut.v16i2.686
Samsuddin, Y. B., & Purnama, A. P. (2025). TINJAUAN LITERATUR TENTANG EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN. 1(1).
Simatupang, L. (2013). Pergelaran: Sebuah mozaik penelitian seni-budaya (Cet. 1). Yogyakarta: Jalasutra.
Siregar, R. A. (2016). Disharmonisasi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Periode 2008-2013. Jurnal Ilmu Pemerintahan Undip, 5(04), 201–210. https://www.neliti.com/journals/jurnal-ilmu-pemerintahan-undip/catalogue
Supanggah, R. (2009). Bothekan karawitan II: Garap. ISI Press Surakarta.
DOI: https://doi.org/10.24821/ekspresi.v14i2.19272
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





