Metode Revitalisasi Koreografi Gubang di Jemaja, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau

Widyanarto Widyanarto, Denny Eko Wibowo, Siguti A. Sianipar

Abstract


ABSTRAK

Gubang merupakan tarian tradisional yang ada di Desa Jemaja, Kabupaten Anambas, Pulau Letung. Tarian Gubang menurut masyarakat setempat dipercaya secara turun-temurun sebagai tarian bunian. Bentuk penyajian tarinya khas dengan menggunakan topeng. Pertunjukan tari Gubang biasanya dipertontonkan pada hari-hari tertentu, seperti acara pesta perkawinan, perayaan hari kemerdekaan, atau acara pentas seni, dan pesta kebudayaan daerah di waktu malam hari. Tarian ini kini mengalami penurunan eksistensi, berkaitan dengan berkurangnya acara-acara yang memerlukan sajian Gubang. Kondisi ini mendorong upaya penggalian, pembentukan, dan evaluasi melalui aspek koreografi sehingga eksistensi tari Gubang masih terpelihara tanpa mengurangi esensi dari pertunjukannya. Proses revitalisasi pada tari Gubang di Pulau Letung, Jemaja, Kepulauan Anambas, memanfaatkan metode kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk koreografi baru. Hasil revitalisasi terwujud dalam penggarapan pola lantai dan tata busana yang baru. Koreografi tari tersebut kemudian akan mendorong minat serta bentuk tindakan pelestarian yang lain.

ABSTRACT

Gubang is a traditional dance that appearance in Jemaja village, Anambas region, Letung island. According to the community, Gubang dance trusted as a bunian dance. The mode of representation of this dance used the masks. Gubang dance usually only performed at the night on certain days, such as wedding party, a celebration of the independent day, and culture celebration. This dance has a decrease in existence related to reduced events that need Gubang to performed. This condition encourages some effort to study, composing, and evaluating in the choreography aspects, to maintain the existence of Gubang without reducing the essence of performance. The process of revitalizing in Gubang dance in Jemaja used qualitative method intended to re-compose choreography. The result of this action is arranging in the new floor design and costume design. After that, the revitalize method can motivate the community interest for another preserve activities.


Keywords


gubang, revitalisasi, jemaja, koreografi | gubang , revitalize, jemaja, choreography

Full Text:

PDF (Indonesia)

References


ABD. Rachman Abror. (2009). Pantun Melayu (Titik Temu Islam Dan Budaya Lokal Nusantara). Yogyakarta: LKIS Yogyakarta.

Ahmad Dahlan, PhD. (2014). Sejarah Melayu. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau. (2014). Kesenian Gubang. http://disbud.kepriprov.go.id/kesenian-Gubang/, diakses pada tanggal 31 Agustus 2018.

Ferguson, G. and K. Scadden. (2004). Waitaker City Heritage Strategy. Report is prepared for Waitaker City Council.

Gazalba, Sidi. (1967). Pengantar Kebudayaan sebagai Ilmu. Jakarta: Pustaka Antara.

Hadi, Sumandiyo, Y. (2003). Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: Lembaga Kajian Pendidikan & Humaniora Indonesia (Elkapti).

Hadi, Sumandiyo, Y. (2014). Koreografi Bentuk – Teknik - Isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Haley, D. (2001). Creative interventions: Ecoculture and aesthetics diversity. Common Places Workshop in Public Art Observatory, Oporto.

Maizarti. (2013). Ketika Tari Adat Ditantang Revitalisasi. Yogyakarta: Media Kreativa.

Moeliono. (2016). kbbi daring. Diambil kembali dari kbbi.kemdikbud.go.id: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/analisis

Murgiyanto, S. (2016). Seni Tari Melayu: Struktur dan Refleksi Keindahan. In Koenjaraningrat, Masyarakat Melayu dan BUdaya Melayu dalam Perubahan (pp. 359-375). Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Nizamoel Akhyar, H. A. (2012). Alam Melayu: Dari Ingatan ke Kenyataan, Esai Foto Revitalisasi Budaya Melayu III Tahun 2012. Tanjungpinang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Soeroso, A. dan Susilo, Y. S. (2008). Strategi konservasi kebudayaan lokal yogyakarta. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 1 (2), 144 – 161.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Takari, Muhammad. (2014). Ronggeng dan Serampang Dua Belas, Dalam Kajian Ilmu-Ilmu Seni. Medan: USU Press.




DOI: https://doi.org/10.24821/invensi.v1i1.3498

Article Metrics

Abstract view : 298 times
PDF (Indonesia) - 342 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Redaksi/Tata Usaha

Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Jl. Suryodiningratan No. 8 Yogyakarta 55143

Tlp/Fax : (0274) 419791

e-mail : jurnal.invensi@isi.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View my stat Visitors