Hubungan Kesenian Folklasik Badui Bertajuk Religi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Benny Harminto

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai hubungan religi agama dengan kesenian folklasik Badui sebagai persebaran agama Islam di wilayah Kabupaten Sleman. Kesenian Badui sebagai kesenian folklasik dalam jenis tari kelompok dengan tembang syair-syair selawatan menjadi salah satu ciri khas pada pertunjukan ini. Berdasarkan sejarah Badui yang berasal dari negara Arab Timur Tengah dibawa ke Indonesia yang berada wilayah Kabupaten Sleman dan folklasik Badui berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat. Folklasik Badui masih eksis dalam menampilkan seni pertunjukan, yang dapat dilihat dari keragaman kelompok dan menjadi identitas di Kabupaten Sleman. Adanya pertunjukan ini menjadi dampak baik bagi masyarakat sekitar, karena mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. Metode yang digunakan untuk mengungkap tata hubungan folklasik Badui dengan religi yakni metode deskriptif kualitatif, beberapa contoh elemen yang terlihat dari kesenian bertajuk ke religi agama Islam yaitu, dari elemen tata busana, syair-syair selawatan, motif gerak, dan iringan yang digunakan. Maka secara elemen bentuk kultural folklasik Badui mempuyai nilai-nilai estetika adiluhung. Artikel ini berfokus pada sistematis hubungan pertunjukan folklasik Badui menjadi bersifat religi, terutama berfokus pada agama Islam sebagai bentuk seni pertunjukan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Badui Folkclassic Relations Titled Religion in Sleman Regency Special Region of Yogyakarta

Abstract

This article aims to describe the relationship between religion and Bedouin folk-classical art as the spread of Islam in the Sleman Regency area. Bedouin art as folk-classical art in the type of group dance with selawatan poetry is one of the characteristics of this show. Based on the history of Bedouins who came from Middle Eastern Arab countries and were brought to Indonesia in the Sleman Regency area, Bedouin folklore serves as entertainment for the community. Bedouin folklore still exists in performing arts, which can be seen from the diversity of groups and becomes an identity in Sleman Regency. This show positively impacts the surrounding community because most of the Indonesian population is Muslim. The method used to reveal the relationship between Bedouin folklore and religion is a qualitative descriptive method, some examples of visible elements from art entitled to the Islamic faith, namely from aspects of fashion, prayer poems, motion motifs, and accompaniment used. So, the Bedouin folk-classical cultural elements have noble aesthetic values. This article focuses on the systematic relationship between Bedouin folk-classical performances becoming religious, mainly focusing on Islam as a performing art form in the Sleman Regency, Yogyakarta Special Region.


Keywords


hubungan, folklasik Badui, religi, kabupaten Sleman | relationship, Badui folklore, religion, Sleman regency

Full Text:

PDF

References


Asy’ari, M. (2017). Islam dan Seni. Hunafa, 4(2), 1–6.

Endraswara, S. (2012). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Gadjah Mada University Press.

Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, Bentuk, dan Fungsi. Penerbit Ombak.

Hadi, S. Y. (2012). Seni Pertunjukan dan Masyarakat Penonton. BP ISI Yogyakarta.

Martono, H. (2012). Reog Obyogan sebagai Profesi. Joged: Jurnal Seni Tari, 3(1), 36–48. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/joged.v3i1.55

Nasution, N. A. (2017). Seni Islam sebagai Media Dakwah (Studi Kasus: Kesenian Tari Badui di Dusun Semampir, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta). JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 1(2), 298. https://doi.org/10.30829/j.v1i2.1205

Siswantari, H., & Lestari, W. (2013). Eksistensi Yani sebagai Koreografer Sexy Dance. Jurnal Seni Tari, 2(1). https://doi.org/10.15294/JST.V2I1.9616

Soedarsono, R. M. (2010). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. UGM Press.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmadinata, & Syaodih, N. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Suryobrongto, G. (1981). Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta: Sawiji Mangesthi Mekaring Budoyo. Dewan Kesenian Provinsi DIY.




DOI: https://doi.org/10.24821/invensi.v8i1.7102

Article Metrics

Abstract view : 159 times
PDF - 162 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Benny Harminto



Editorial Address:

Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Jalan Suryodiningratan 8 Yogyakarta 55143, Indonesia

Telp./Fax: 0274 419791

email : jurnal.invensi@isi.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View my stat Visitors