Perjalanan Fantasi Menembus Ruang dan Waktu (Analisis Semiotika Film The Time Machine)

Sudjadi Tjipto R

Abstract


Cerita klasik usaha manusia untuk menaklukkan ruang dan waktu sudah menjadi impian sejak dahulu. Novel fiksi ilmiah terkenal The Time Machine (1895) karya H.G. Wells merupakan salah satu cerita klasik fantasi ilmiah manusia menembus batasan ruang dan waktu. Film sebagai hasil kreativitas insan menjadi media hiburan yang digemari karena mampu mewujudkan imajinasi mengarungi waktu. Hal ihwal yang belum dapat tercapai saat ini, lewat media film terwujudkan. Film fiksi ilmiah (science fiction) adalah genre film yang muncul sebagai medium realisasi imajinasi. Pada tahun 2002 industri film Hollywood memproduksi kembali cerita klasik populer The Time Machine. Dengan menggunakan metode analisis semiotika penelitian ini berkeinginan mengkaji film fiksi ilmiah The Time Machine untuk membongkar kepalsuan pencapaian teknologi yang dilakukan Hollywood sebagai kapanjangan tangan negara adidaya. Dari hasil penelitian diharapkan muncul kesadaran kritis penonton untuk tidak secara langsung mempercayai apa yang ditontonnya dan menyadari bahwa yang dilihatnya adalah sebuah imajinasi palsu.

Fantasy Trip Entering the Space and Time (Semiotics Analysis on Film The Time Machine). Classic stories about human’s dreams to conquer space and time have been existing since long time ago. One of the most known science fiction novel about space and time wanderers is The Time Machine (1895) by H.G. Wells. This novel was than adapted in the movie  with the same title (2002) by movie industry in Hollywood. This movie is both a form of a creative work  and on the other hand is entertaining. This movie was very popular at the time because it could express the human imagination of time wanderers and the technology used and at the same time could realize it although only in a movie form. The technology of the time wandering itself is impossible at the time, even nowaday. Science fiction is then known as a genre of movie which could realize human imaginations. Using semiotic analysis, this study is trying to review this movie to show the fake thruths that Hollywood is than just a part of super power state (US)  statements. The result of the study is trying to give references to audience that the movie they might watch might be just a fake imagination.


Keywords


film; fiksi ilmiah; semiotika

Full Text:

PDF

References


Hanif, Wildan. 2006. “Metafora dalam Film Nopember 1828”. Tesis. Program Studi Desain Institut Teknologi Bandung. Bandung: ITB.

Piliang, Yasraf Amir. 2008. Multisiplisitas dan Diferensi, Redefinisi Desain, Teknologi, dan Humanitas. Yogyakarta: Jalasutra.

Pratista, Himawan.2008. Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Sobur, Alex. 2003. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suwardi, Harun. 2006. Kritik Sosial dalam Film Komedi. Jakarta: FFTV-IKJ Press.

Thwaites, Tony et al. 2009. Introducing Cultural and Media Studies: Sebuah Pendekatan Semiotik. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.




DOI: https://doi.org/10.24821/rekam.v11i1.1292

Article Metrics

Abstract view : 2081 times
PDF - 2953 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View Rekam Stats