KERONCONG KIAI KANJENG SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI PLATFORM YOUTUBE
Abstract
Keroncong Kiai Kanjeng merupakan cabang dari grup Kiai Kanjeng yang identik dengan gamelannya yang diprakasai oleh Emha Ainun Najib. Keroncong Kiai Kanjeng digagas oleh beberapa personil Kiai Kanjeng yang berinisiatif untuk keluar dari keadaan pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Dari keadaan tersebut semua aktivitas kesenian tidak diperbolehkan. Hal tersebut membuat keroncong Kiai Kanjeng akhirnya memutuskan merambah ke media virtual, yaitu Platform Youtube yang dalam pementasannya dilakukan secara live streaming.
Tulisan ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui bentuk aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Keroncong Kiai Kanjeng dan kajian kontekstual tentang alasan mengapa dalam penyampaian dakwahnya menggunakan genre musik keroncong. Untuk memahami lebih dalam, maka digunakan sebuah metode kualitatif netnografi dengan pendekatan Etnomusikologis. Hasil dari analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa Keroncong Kiai Kanjeng merupakan sebuah format musik alternatif di masa pandemi Covid-19 dengan tetap menggunakan spirit syiar agama Islam dalam berdakwah yang diketahui melalui lagu-lagu yang dibawakan dan terdapat dua faktor yang melatarbelakangi pemilihan genre musik keroncong, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Bakry, Umar Suryadi. 20111. “Pemanfaatan Metode Etnografi dan Netnografi Dalam Penelitian Hubungan Internasional”, dalam Global & Strategis: Jurnal Universitas Jayabaya, Vol. 1, No.1: 22-24
Bets, Ian L. 2006. Jalan Sunyi Emha. Yogyakarta: Kompas.
Fakhruroji, Moch. 2019. Dakwah di Era Media Baru, Teori dan Aktivisme Dakwah di Internet. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Farida, Nurul, 2014. “Kajian Kontekstual Musik Kiai Kanjeng”, Tesis S2 pada program studi pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Harmunah. 2011. Sejarah Gaya dan Perkembangan Musik Keroncong. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
Mahdeyeni, Muhammad Roihan Alhaddad, Ahmad Syukri Saleh. 2019. “Manusia dan Kebudayaan (manusia dan sejarah kebudayaan, manusia dalam keanekaragaman budaya dan peradaban, manusia dan sumber penghidupan)”, dalam TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Vol. 7, No. 2: 158-160.
Mahrus, KH. Abdulloh Kafabihi. 2017. Trilogi Musik: Nuansa Musik dalam Konstruksi Fikih, Tradisi Tasawuf dan Relevansi Dakwah. Kediri: Lirboyo Perss.
Merriam, Alan P. (ed: Supanggah). 1995. Etnomusikologi. Yogyakarta: Bentang
Budaya.
Muhammad, Tahdi, Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng. https://www.kompasiana.com/tahdi/5989ae0d953d8f7ab5464862/emha-ainun-nadjib-cak-nun-dan-kiai-kanjeng?page=all.html. akses 5 Oktober 2021.
Nur Roni, Ahmad Fatkhun. 2016. “Musik Kiai Kanjeng dalam acara Maiyah Mocopat Syafa’at di Tamantirto Kasihan Bantul”, Skripsi S1 pada Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Pramono, Setyo. 2015. “Fungsi Musik Kiai Kanjeng Dalam Pengajian Mocopat Syafa’at Jama’ah Maiyah di Tirtonirmolo Kasihan Bantul”, Skripsi S1 pada Jurusan Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Prier SJ, Karl Edmund. 1996. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
Soemardjan, Selo dan Soemardi, Soelaeman (ed). 1974. Setangkai Bunga, Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Supriyadi. 2013. “Langgam Jawa Sebagai Ekspresi Simbolik dalam Kehidupan Masyarakat Jawa”, dalam Selonding: Jurnal Etnomusikologi Indonesia, Vol. 4, No. 4: 468-470.
DOI: https://doi.org/10.24821/sl.v21i1.12445
Refbacks
- There are currently no refbacks.


