GAMBUS TUNGGAL EDI PULAMPAS DI PEKON BANJAR NEGERI-LAMPUNG

Nofriyan Hidayatulloh

Abstract


Gambus Tunggal adalah kesenian tradisional masyarakat Lampung pesisir yang dimainkan oleh satu sampai dua orang. Jika dimainkan oleh satu orang, maka si pemain gambus akan merangkap sebagai
vokal. Jika dimainkan oleh dua orang, maka satu sebagai pemain gambus dan satu sebagai vokal, terkadang terjadi duet. Lirik dari lagu gambus tunggal adalah seni sastra Lampung yang berbentuk Bebandung. Bebandung yaitu suatu sastra yang berupa karangan puisi yang disusun seperti pantun dengan pola rumus a b – a b. Isinya dapat berupa cerita dan dibacakan dengan berlagu dengan penuh
perasaan dan penghayatan, hingga yang mendengar seperti ikut di dalam cerita tersebut. Lirik yang dibawakan pada umumnya menceritakan seputar kehidupan sehari-hari dan percintaan. Edi Pulampas adalah salah satu tokoh gambus dari Pekon Banjar Negeri, Lampung yang mempopulerkan lima bentuk penyajian gambus, yakni bentuk penyajian gambus tunggal yang dimainkan secara solo, bentukpenyajian lagu gambus yang dipindahkan ke instrumen gitar, bentuk penyajian gambus dengan biola, bentuk penyajian gambus dengan alat musik rebana, accordion, dan gong sebagai iringan tari bedana sampai bentuk penyajian lagu gambus yang didangdutkan hingga menjadi lagu dangdut Lampung yang khas. Kesenian gambus tunggal Edi Pulampas biasanya dimainkan pada acara-acara hajatan, seperti acara pernikahan dan khitanan. Ada dua rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini, yaitu bagaimana bentuk penyajian gambus tunggal Edi Pulampas dan apa fungsi gambus tunggal Edi Pulampas pada masyarakat pekon Banjar Negeri Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang difokuskan pada gejala-gejala umum yang ada dalam kehidupan manusia dan menggunakan pendekatan etnomusikologis. Pendekatan etnomusikologis yaitu suatu pendekatan yang membahas tentang persoalan musik dalam budaya masyarakat. Berdasarkan pendekatan tersebut, kesenian gambus tunggal Edi Pulampas memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat Lampung, dalam konteks acara pernikahan orang Lampung. Pada acara tersebut, kesenian gambus tunggal disajikan secara vokal instrumental. Kesenian ini memiliki fungsi dalam masyarakat Lampung sebagai hiburan pribadi, presentasi estetis, dan sebagai media komunikasi.


Keywords


Gambus dan kreativitas Edi Pulampas

References


Djohan. 2006. Terapi Musik Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Galangpress.

Hasyimkan. 2011. “Gamolan: Instrumen Musik Tradisional Lampung;

Bentuk, Fungsi dan Perkembangannya”. Tesis S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Irawan, Ricky. 2008. “Gambus Lampung Pesisir dan Sistem Maqamnya (Kajian Musikologis Fenomena Maqam Dalam Musik Gambus Masyarakat Lampung Pesisir)”. Skripsi S1 Seni Musik, ISI

Yogyakarta.

Kutoyo, Sutrisno. 1978/1979. Sejarah Kebangkitan Nasional di Daerah Lampung. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Penelitian dan

Pencatatan Kebudayaan Daerah.

Mahya, Ainun. 2016. Kamus Istilah Bahasa Lampung. Yogyakarta: Frasa Lingua.

Musmal. 2010. Gambus Citra Budaya Melayu. Yogyakarta: Media

Kreativa.

Moleong, J. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pier SJ, Karld Edmund. 1996. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Reid, Anthony. 2014. Southeast Asia in the Age of Commerce 1450-1680. Terj. Mochtar Pabotingi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Soedarsono, R.M. 2002. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

. 2001. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Sulistijaningtijas, Erlina Pantja. 2013. Sebuah Biografi Prof. Dr. R.M.

Soedarsono: Pionir dan Peletak Dasar Lembaga Pendidikan Tinggi Seni Pertunjukan di Indonesia. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI

Yogyakarta.

Supanggah, Rahayu. 1995. Etnomusikologi. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Syamsuri, F., Noor, Tajuddin., Nonsari, R. 1985. Ungkapan Tradisional Sebagai Sumber Informasi Kebudayaan Daerah Lampung. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan

Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

Taylor, Eric. 1990. Music Theory in Practice Grade 4. London: The

Associated Board of the Royal Schools of Music.

. 1990. Music Theory in Practice Grade 5. London: The Associated Board of the Royal Schools of Music.




DOI: https://doi.org/10.24821/sl.v16i1.5050

Article Metrics

Abstract view : 53 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 71 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats