Local Wisdom in Yogyakarta International Airport

Febriansyah Ignas Pradana

Abstract


The mega construction of Yogyakarta International Airport aims to increase global interaction in Yogyakarta. The existence of an airport in a region should be important. Furthermore, the airport is also able to show the identity of a region itself. The airport can also be a landmark, which is able to represent the cultural values of people in a region. The Special Region of Yogyakarta, which is broadly known as a cultural and educational province, has thousand of cultural values in its local wisdom. This research aims to describe (1) the local wisdom contained in Yogyakarta International Airport, and (2) the values of that local wisdom. Earlier, we have identified the condition of Yogyakarta International Airport, in order to create a research plan for this research. However, we found the main data, namely local wisdom in the airport’s building. From that fact, we formed research questions and set the main theory to classify and analyze them. We collect the data under the method of Simak Catat. According to the data, we set Haryanto (2014) theory as the main theory. In order to collect valid and reliable data, we also conduct a deep interview with Andika as an interviewee from PT. Angkasa Pura I is the coordinator of Yogyakarta International Airport. The results show that there are eighteen local pearls of wisdom in Yogyakarta International Airport, and the values of that local wisdom are triggered by the socio-cultural aspect.

 

Kearifan Lokal di Yogyakarta International Airport

Abstrak

Pembangunan Bandar Udara Yogyakarta International Airport bertujuan untuk meningkatkan hubungan global yang selama ini telah dilaksanakan di Yogyakarta. Keberadaan dari sebuah bandar udara Internasional di Yogyakarta menjadi sangat vital. Bandar udara selain sebagai pusat dalam kegiatan penerbangan, turut menjadi identitas dari suatu daerah tempat bandar udara tersebut berada. Bandar udara dapat menjadi landmark bagi wilayah karena merepresentasikan kehidupan dan nilainilai budaya yang terkandung di dalam masyarakat. Daerah Istimewa Yogyakarta, yang juga dijuluki kota budaya, memiliki beragam kearifan lokal yang mampu menunjukkan identitas budaya pada sebuah bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kearifan lokal yang terdapat di bandar udara Yogyakarta International Airport, dan (2) nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal tersebut. Data utama dalam penelitian ini adalah kearifan lokal yang terdapat pada bandar udara Yogyakarta International Airport. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Pada proses analisis data yang turut mencakup proses pengklasifikasian data, selanjutnya data iklasifikasikan berdasarkan teori Haryanto (2014) yang membagi kearifan lokal dalam bentukbentuk atau kategori tertentu. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan mixed-method yaitu pendekatan yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam satu waktu. Dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi titik awal bagi terciptanya sarana dan prasarana yang tepat guna di sebuah bandar udara Internasional.


Keywords


local wisdom, airport, yogyakarta international airport | kearifan lokal, bandar udara, bandar udara internasional yogyakarta

Full Text:

PDF

References


Cornock, M. (2018). General Data Protection Regulation (GDPR) and implications for research. In Maturitas. https://doi.org/10.1016/j.maturitas.2018.01.017

Creswell, J. W., & Plano-Clark, V. L. (2011). Choosing a mixed-methods design. Designing and Conducting Mixed Method Research.

Haryanto, J. T. (2014). Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama pada Komuntias Tengger Malang Jatim. Analisa. https://doi.org/10.18784/analisa.v21i02.15

Istiawati, N. F. (2016). PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL ADAT AMMATOA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KONSERVASI. CENDEKIA: Journal of Education and Teaching. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i1.78

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful Sampling for Qualitative Data Collection and Analysis in Mixed Method Implementation Research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y

Steelyana, E. (2012). Batik, A Beautiful Cultural Heritage that Preserves Culture and Supporteconomic Development in Indonesia. Binus Business Review. https://doi.org/10.21512/bbr.v3i1.1288

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sutarso, J., & Murtiyoso, B. (2008). Wayang Sebagai Sumber dan Materi Pembelajaran Pendidikan Budi Pekerti Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora.

Suter, W. (2014). Qualitative Data, Analysis, and Design. In Introduction to Educational Research: A Critical Thinking Approach. https://doi.org/10.4135/9781483384443.n12

Timbul, S. (2016). Bela Negara Dan Kebijakan Pertahanan. Majalah WIRA.

Williamson, K., Given, L. M., & Scifleet, P. (2018). Qualitative data analysis. In Research Methods: Information, Systems, and Contexts: Second Edition. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-102220-7.00019-4




DOI: https://doi.org/10.24821/ijcas.v8i1.4479

Article Metrics

Abstract view : 100 times
PDF - 101 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Visitors