Motif Khas Magetan: Identitas Lokal dalam Inovasi Produk Tas Kulit

Yonata Buyung Mahendra, Agung Wicaksono, Tri Wulandari, Risky Kurniawan

Abstract


 

Magetan Regency is known as one of the leading leather tanning industry centers in Indonesia. This industry has supplied leather materials for various products such as shoes, bags, and accessories for many years. However, the locally produced leather products have yet to display a distinctive Magetan identity in their visual design. Generally, product designs tend to follow market trends without considering the reinforcement of local cultural values. In fact, in today’s global design trends, local wisdom has become an essential asset in product innovation and branding strategies. The competition in the leather product market, both locally and internationally, demands differentiation not only in terms of quality and function but also through strong narrative and distinctive visual identity.

The development of culturally inspired motifs from Magetan holds great potential to create added value, strengthen regional identity, and open up new marketing opportunities. Unfortunately, design approaches based on local wisdom within Magetan’s leather industry remain limited. The visual potential of batik art, carved ornaments, or regional symbols has not been widely utilized by UMKMs or designers.

This applied research aims to design and develop distinctive motifs representing Magetan Regency that can be applied to leather product designs, particularly women’s handbags. The selection of the women’s handbag segment is based on the dominant female consumer market in the leather goods industry. Design innovation will be carried out through pattern-making, engraving, and decorative stitching techniques, allowing for the aesthetic and functional visualization of motifs.

The research method combines qualitative exploratory and experimental approaches. The research stages include: (1) visual study of Magetan’s culture and traditional motifs; (2) identification of applicable motif potentials for leather product design; (3) design experimentation and prototype development of women’s handbags; and (4) product evaluation through user response testing to assess attractiveness, functionality, and representation of local identity.The design process consists of several phases: pre-design, design, realization, and presentation. The practice-led research method is applied to maximize outcomes that can also be comprehended by potential producers.




Abstrak

Kabupaten Magetan dikenal sebagai salah satu sentra industri penyamakan kulit terkemuka di Indonesia. Industri ini telah memasok bahan kulit untuk beragam produk seperti sepatu, tas, dan aksesori selama bertahun-tahun. Namun, produk kulit hasil olahan industri lokal masih belum menunjukkan identitas khas Magetan secara visual. Umumnya, desain produk cenderung mengikuti tren pasar tanpa mempertimbangkan penguatan nilai budaya lokal. Padahal, pada tren desain global saat ini, local wisdom justru menjadi aset penting dalam inovasi produk dan strategi branding. Persaingan pasar produk kulit, baik di tingkat lokal maupun internasional, menuntut diferensiasi yang tidak hanya dari sisi kualitas dan fungsi, tetapi juga dari kekuatan narasi dan ciri khas visual. Pengembangan motif berbasis budaya lokal Magetan memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas daerah, serta membuka peluang pemasaran baru. Kamingnya, hingga kini pendekatan desain berbasis kearifan lokal dalam industri kulit Magetan masih minim. Potensi visual dari seni batik, ornamen ukiran, atau simbol-simbol khas daerah belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun desainer. Penelitian terapan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan motif khas Kabupaten Magetan yang dapat diaplikasikan pada desain produk kulit, khususnya tas wanita.

Pemilihan segmen tas wanita didasarkan pada dominasi pasar konsumen perempuan dalam industri produk kulit. Inovasi desain akan dilakukan melalui teknik pemolaan, ukiran, hingga jahit hias yang memungkinkan visualisasi motif secara estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara pendekatan kualitatif eksploratif dan eksperimental. Tahapan penelitian meliputi: (1) studi visual terhadap budaya dan motif khas Magetan; (2) identifikasi potensi motif yang aplikatif untuk desain produk kulit; (3) eksperimen desain dan perancangan purwarupa tas wanita; serta (4) evaluasi produk melalui uji respon pengguna untuk menilai aspek daya tarik, fungsi, dan representasi identitas lokal. Tahapan perancangan dimulai dari tahapan pra perancangan, perancangan, perwujudan karya, penyajian. Metode practice led research digunakan untuk memaksimalkan hasil yang juga dapat dimengerti oleh calon produsennya.


 


Keywords


Industri kulit Magetan; motif khas daerah; kearifan lokal; desain produk kulit; tas wanita

References


Arifin, R., & Nugraha, D. (2021). Penerapan model co-design dalam industri kriya kulit untuk peningkatan efisiensi produksi. Jurnal Desain Produk Kreatif, 5(2), 90–102.

Atmajati, D., & Mangifera, R. (2024). Peran entrepreneurial bricolage terhadap entrepreneurial marketing. Jurnal Kewirausahaan dan Inovasi, 6(1), 55–68.

Cortesão, J., & Lenzholzer, S. (2022). Research Through Design in Urban and Landscape Design Practice. Delft University of Technology.

Frayling, C. (1993). Research in Art and Design. Royal College of Art Research Papers, 1(1), 1–5.

Gray, C., & Malins, J. (2004). Visualizing research: A guide to the research process in art and design. Ashgate Publishing Ltd.

Hendriyana, H. (2018). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: Penerbit Sunan Ambu Press.

Hidayat, R., Suryani, D., & Maulana, T. (2020). Penerapan human-centered design dalam pengembangan produk kriya berbasis kebutuhan pengguna. Jurnal Desain Produk, 5(1), 42–55.

Kusuma, B., Setiawan, F., & Ramadhani, A. (2023). Eksperimen teknik pewarnaan manual (hand-dyeing) dan gradient staining pada kulit nabati untuk produk kriya kontemporer. Jurnal Rupa dan Material, 4(1), 33–45.

Lawson, B. (2006). How designers think: The design process demystified (4th ed.). Oxford: Architectural Press.

Melisa, D., Tanudjaja, A., & Kurniawan, F. (2023). Perancangan branding produk dari limbah kulit dan ban pada Radja Leather Surabaya. Jurnal Desain Kreatif dan Inovasi Produk, 5(1), 45–58.

Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Karya.

Pambudi, A., & Suwandi, T. (2024). Bisnis kerajinan sepatu dan tas dari kulit di Magetan. Jurnal Manajemen Industri Kreatif, 3(2), 101–115.

Pambudi, A., & Suwandi, T. (2024). Bisnis kerajinan sepatu dan tas dari kulit di Magetan. Jurnal Manajemen Industri Kreatif, 3(2), 101–115.

Pambudi, A., & Suwandi, T. (2024). Bisnis kerajinan sepatu dan tas dari kulit di Magetan. Jurnal Manajemen Industri Kreatif, 3(2), 101–115.

Prabowo, A. (2023). Artikulasi identitas lokal dalam desain kriya kontemporer: Studi kasus produk berbasis budaya daerah. Jurnal Seni dan Desain Nusantara, 7(2), 88–102.

Prasetyo, A., Hidayat, R., & Wulandari, N. (2021). Uji kelayakan desain produk kriya sebagai strategi keberlanjutan produksi. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 10(2), 115–126.

Prasetyo, Y., Lestari, M., & Widodo, A. (2022). Integrasi motif lokal dalam produk kriya sebagai strategi promosi budaya daerah. Jurnal Desain dan Kearifan Lokal, 6(2), 120–134.

Priana, G., & Pandanwangi, A. (2022). Pengembangan identitas visual dan kemasan biodegradable untuk Ecowastra Nusantara. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nusantara, 8(2), 77–91.

Putra, D., Rahma, S., & Wicaksono, H. (2022). Keterlibatan konsumen dalam proses desain produk sebagai strategi peningkatan loyalitas dan kepuasan pelanggan. Jurnal Inovasi Industri Kreatif, 8(1), 55–68.

Putra, M. A., Mindarti, L. I., & Hidayati, R. (2018). Strategi pengembangan UMKM ekonomi kreatif kerajinan kulit di Kabupaten Magetan. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 6(12), 35–46.

Putri, A. P., & Purwanti, S. (2024). Strategi digital branding produk tas kulit pada sentra kerajinan Manding Sabdodadi Bantul. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, 9(1), 33–47.

Rahardjo, F., & Yunita, M. (2022). Zero waste design approach pada industri kriya kulit berkelanjutan. Jurnal Inovasi Desain dan Ekologi, 4(1), 15–28.

Rahardjo, T., & Yunita, D. (2022). Evaluasi desain produk berbasis pengguna pada industri kriya kulit melalui metode focus group discussion. Jurnal Desain dan Inovasi Produk, 7(2), 101–115.

Rahmawati, I., & Gunawan, P. (2021). Pengaruh personalisasi produk terhadap loyalitas konsumen pada industri fesyen kulit. Jurnal Pemasaran dan Gaya Hidup, 3(3), 77–88.

Rara, S., Margana, & Muthmainah. (2020). Pengembangan wisata kriya berbasis kreasi dan inovasi di sentra industri kerajinan kulit Kabupaten Magetan. Cakra Wisata, 21(1).

Sugiarti, E. (2019). Pengembangan wisata kriya berbasis kreasi dan inovasi di sentra industri kerajinan kulit Kabupaten Magetan. Jurnal Cakra Wisata, 21(1), 23–31.

Sugiarti, E. (2021). Aplikasi metode zero waste pada industri kerajinan kulit Magetan. Jurnal Desain dan Kriya, 5(2), 87–98.

Sulistyo, D. (2020). Peran diseminasi desain dalam peningkatan brand dan daya saing produk lokal. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, 22(1), 45–54.

Suryanto, A., Fitri, R., & Handayani, S. (2020). Aplikasi teknologi laser engraving pada kulit nabati untuk pengembangan produk kriya presisi tinggi. Jurnal Teknologi dan Desain, 9(2), 66–79.

Tjahjono, B., & Wardhani, P. (2021). Place-based design: Integrasi identitas lokal dalam perancangan produk kriya. Jurnal Desain dan Budaya, 3(2), 77–90.

Tim Peneliti Pengembangan Industri Kulit Ponorogo. (2021). Pengembangan industri tas kulit berbasis kearifan lokal di Kabupaten Ponorogo. Laporan Penelitian. Ponorogo: Balai Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur.

Wibowo, S., & Lestari, D. (2021). Preferensi konsumen terhadap estetika dan keaslian produk kriya kulit handmade. Jurnal Estetika dan Material, 6(3), 120–133.




DOI: https://doi.org/10.24821/corak.v14i2.17609

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yonata Buyung Mahendra, Agung Wicaksono, Tri Wulandari, Risky Kurniawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. ISSN 2301-6027  (print) | ISSN 2685-4708  (online).

 

View My Stats