Perancangan Platform Interaktif Kolaboratif: Menggunakan Animasi untuk Menceritakan Kisah - Kisah Sensitif Para Pekerja Migran Eks- Kapal Pesiar di Amerika Serikat pada Masa Pandemi Covid-19

Zul Tinarbuko

Abstract


Bercerita mengenai kisah-kisah para penyintas yang telah berhasil keluar dari tekanan masalah yang dialaminya tentu mempunyai tantangan tersendiri. Memberi rasa aman dan nyaman dalam menyimpan rahasia identitas asli para penyintas tersebut adalah hal yang paling penting dalam proyek ini. Cerita mengenai pekerja migran yang berhasil keluar dari tekanan pekerjaan di kapal pesiar dan mendapatkan pekerjaan baru di daratan Amerika Serikat sangat sulit diwujudkan karena status legalitas keimigrasian mereka.  Hal ini kemudian membuat kondisi mereka menjadi sangat rentan, mengingat identitas asli mereka tidak bisa dibuka untuk publik secara gamblang dikarenakan adanya ancaman deportasi dan tagihan denda dalam jumlah besar apabila mereka tertangkap. Melalui proyek ini, penulis bermaksud untuk merancang platform online interaktif yang menghubungkan pihak penyintas dengan pihak pembuat animasi, sehingga mereka dapat berkolaborasi dan membuat satu film animasi mengenai cerita sang penyintas. Penggunaan medium animasi dirasa sangat tepat untuk isu-isu sensitif, karena animasi dapat menceritakan hal yang kompleks secara sederhana, singkat, menjangkau semua umur, dan dapat menceritakan kembali hal-hal sensitif secara terbuka dan cenderung tidak menakutkan. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengakomodasi  suara-suara para penyintas dan memberdayakan mereka agar dapat bercerita secara aman, nyaman dan tetap inklusif.  Terlebih pada masa pandemi covid-19, platform online dan temu virtual menjadi solusi ideal dalam berinteraksi antar pengguna.


Keywords


UI/UX Desain; Media Interaktif; Animasi; Cerita Penyintas; Media untuk Perubahan; Pekerja Migran Indonesia di Amerika Serikat

References


Abella, M. (2002, April). Migrant Workers Rights Are Not Negotiable. Labor Education, 129, 1.

Dekker, R., & Engbersen, G. (2014). How social media transform migrant networks and facilitate migration. Global Networks, 14(4), 401–418. https://doi.org/10.1111/glob.12040

Dekker, Riane, Engbersen, Godfried, Klaver, Jeanine, & Vonk, Hanna. (2018). Smart Refugees: How Syrian Asylum Migrants Use Social Media Information in Migration Decision-Making. Social Media + Society. https://doi.org/10.1177/2056305118764439

Digital kabari#16 jun08. (2008, June 16). Issuu. https://issuu.com/kabari/docs/digital_kabari_16_jun08

Komito, L. (2011). Social media and migration: Virtual community 2.0. Journal of the American Society for Information Science and Technology, 62(6), 1075–1086. https://doi.org/10.1002/asi.21517

Lee, H.-Y. (2012). At the crossroads of migrant workers, class, and media: A case study of a migrant workers’ television project. Media, Culture & Society, 34(3), 312–327. https://doi.org/10.1177/0163443711433666




DOI: https://doi.org/10.24821/jags.v7i1.5115

Article Metrics

Abstract view : 125 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 112 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Zul Tinarbuko

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal of Animation and Games Studies (JAGS) - ISSN 2460-5662 (print) || 2502-499X (online)

Visitor Number  : View JAGS Stats