MUSIK DALAM PERTUNJUKAN WAYANG PULAU DI RUMAH GARUDA YOGYAKARTA

Hairul Anwar

Abstract


Wayang pulau adalah salah satu bentuk wayang pembaharuan yang muncul dan merupakan bentuk pemikiran serta gagasan dari Nanang Rakhmat Hidayat yang juga merupakan salah satu dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Inovasi wayang  yang diciptakan berdasar pada bentuk pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Teori yang digunakan untuk mengetahui bentuk musik wayang pulau dalam lagu “Wayang Pulau Indonesia” serta fungsi kesenian wayang pulau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan fokus pada pengamatan mendalam mengenai kesenian wayang pulau melalui pendekatan secara Etnomusikologis yang membahas mengenai teks dan konteks musik. Kajian bentuk musik dalam lagu “Wayang Pulau Indonesia”  tampak dari aspek: bentuk penyajian, instrumentasi, dan vokal. Kajian kontekstual dalam kesenian wayang pulau terdapat unsur nasionalisme yang melatar belakangi kesenian musik tradisional sebagai pengiring wayang.

Kesenian wayang pulau memeiliki fungsi yang sangat kompleks dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Fungsi yang dianggap menonjol dalam kesenian wayang pulau diantaranya: ekspresi emosional, sarana hiburan, keberlangsungan dan kestabilan budaya, presentasi estetis dan sarana komunikasi.


Keywords


Kesenian wayang pulau, instrumen etnis, nasionalisme

References


Agung S, Tri. 2002. Wayang-liederen: Biografi Politik Budaya Noto Soeroto/Rosa M.T.Kerdijk Jakarta: Komunitas Bambu.

Aderiani, Lupi. 2016. “Musik Panting di Desa Barikin Kalimantan Selatan:

Kemunculan, Keberadaan dan Perubahannya”, Vol. 17 No. 3: 1

Grehenson, Gusti. 2021. Wayang Ditinggal Generasi Muda, https://ugm.ac.id/id/berita/7928-wayang-ditinggal-generasi-muda.

Hoogendyk, Fian Welliem Dennis, Aloysius Mering, Asfar Muniir. 2019. “Sape’ Ting Dua’ Suku Dayak Kayaan Mendalam”, vol 8, no 1.

Hidayat, Nanang R. 2020. Mencari Telur Garuda. Yogyakarta: BOEKOE

Merriam, Alan P. 1964. Anthropology of Music. Chicago: Northwestern University Press.

Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Miller, Hugh M. 2017. Apresiasi Musik, ed.Sunarto. Yogyakarta: Panta Rhei Books.

Narbuko, Cholid, H. Abu Achmadi. 2008. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nakagawa, Shin. 2000. Musik dan Kosmos: Sebuah Pengantar Etnomusikologi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Prier, Karl-Edmund.2015. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi

Prananda, Jesica dwi. 2020. “Studi Eksplorasi Etnomatematika pada Alat Musik

Sape’ dalam Budaya Masyarakat Suku Dayak Kalimantan’’, Skripsi untuk mencapai derajat Sarjana S-1 pada program studi pendidikan Matetamtika dalam ilmu pengetahuan alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 2.

Qothrunnada, Kholida. 2021. "Musik Ansambel: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan

Contoh Alat Musiknya" selengkapnya

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5825769/musik-ansambelpengertian-ciri-ciri-jenis-dan-contoh-alat-musiknya. Jakarta. 22

Setiawan, Erie. 2015. Serba-Serbi Intuisi Musikal dan yang Alamiah dari Peristiwa Musik Yogyakarta: Art Music Today.

Susanti Mariana. Sri Wahyuni Jurnal Pekommas, Analisis Kebutuhan Model Media Audio Cerita Wayang Bagi Remaja Vol. 2 No. 1, April 2017: 29-42

Sutrisno, Mudji. SJ. 2009. Ranah-Ranah Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Shintya. 2022.13. Musikalisasi Puisi, https://balaibahasajateng.kemdikbud.go.id/2013/02/musikalisasi-puisi.

Tri Agung S, Tri. 2002. Wayang-liederen: Biografi Politik Budaya Noto Soeroto/Rosa M.T.Kerdijk. Jakarta: Komunitas Bambu.




DOI: https://doi.org/10.24821/sl.v21i1.12447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats