Gamelan Gambang Dalam Ritual Mapurwadaksina Pada Upacara Maligia Lajur Di Puri Bukit Bangli Bali

Ida Bagus Pradnyananta Arimbawa

Abstract


Abstrak

Penelitian ini membahas mengenai penyajian dan makna musikal gamelan gambang serta keterlibatannya dalam ritual mapurwadaksina pada upacara maligia lajur di Puri Bukit Bangli, Bali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori semiotika pertunjukan dari Marco De Marinis untuk membedah tekstual dan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce untuk membedah makna musikal gamelan gambang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang didasari dari pengalaman individual. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, studi lapangan (observasi dan dokumentasi), dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyajian gamelan gambang mencangkup aspek-aspek yang terdiri dari pelaku, busana, tata panggung, sarana upacara dan musik. Dalam pembahasan kontekstual, Makna musikal gamelan gambang ketika mengiringi ritual mapurwadaksina pada upacara maligia lajur di Puri Bukit Bangli diantaranya gamelan gambang sebagai tanda representament dan ritual mapurwadaksina dalam upacara maligia lajur adalah sebagai objek, sedangkan masyarakat Puri Bukit sebagai interpretan.

Kata Kunci: Gamelan Gambang, Maligia Lajur, Puri Bukit Bangli

Abstract

This research discusses the presentation and musical meaning of gamelan gambang and involvement in the mapurwadaksina ritual at the maligia lajur ceremony at Puri Bukit Bangli, Bali. The theories used in this research include the semiotic of performance theory by Marco De Marinis for textual analysis, and the semiotic theory proposed by Charles Sanders Peirce to dissect the musical meaning of gamelan gambang. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, based on individual experience. Data collection techniques include interviews, field studies (observation and documentation), and literature studies. This research shows that the presentation of gamelan gambang encompasses aspects such as performers, clothing, stage settings, ceremonial equipment, and music. In the contextual discussion, the musical meaning of the gamelan gambang when accompanying the mapurwadaksina ritual in the maligia lajur ceremony at Puri Bukit Bangli, is that the gamelan gambang serves as a representation, the mapurwadaksina ritual in the maligia lajur ceremony serves as an object, and the Puri Bukit Bangli community serves are the interpretants.

 

Keywords: Gamelan Gambang, Maligia Lajur, Puri Bukit Bangli.


Keywords


Gamelan Gambang, Maligia Lajur, Puri Bukit Bangli

References


Arwati, Ni Made Sri. 2007. Upacara Mamukur. Denpasar: TB Berata

Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Donder, I Ketut. 2005. Esensi Bunyi Gamelan dalam Prosesi Ritual Hindu. Surabaya: Paramita.

G. Pudja dan Tjokorda Rai Sudharta. 2010. Manawa Dharmasastra. Surabaya: Paramita.

Marinis, Marco D. 1993. The Semiotic of Performance. United States of America: Indiana University Press.

Mariyana, I Nyoman. 2020. Gamelan Gambang Kwanji Sempidi: Kajian, Sejarah, Musikalitas, dan Fungsi. Denpasar: Jaya Pangus Press.

Nettl, Bruno. 2012. Teori dan Metode dalam Etnomusikologi. Diterjemahkan oleh Nathalia H. P. D. Putra. Jayapura: Jayapura Center of Music.

Purwita, Ida Bagus Putu. 1995. Upacara Mamukur. Bali: Pemerintah Daerah Tingkat I.

Senen, I Wayan. 2015. Bunyi-Bunyian dalam Keagamaan Hindu di Bali. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Okke K. S. Zaimar. 2008. Semiotika dan Penerapannya dalam Karya Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.




DOI: https://doi.org/10.24821/sl.v21i2.12965

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats