Peran dan Fungsi Aksentuasi Pada Musik Tari Kontemporer: Studi Kasus Karya Dongak
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran dan fungsi aksentuasi musik tari kontemporer serta urgensi kehadirannya dalam penciptaan musik tari kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus tunggal kualitatif (qualitative-single case study) yang meliputi proses tinjauan literatur dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, serta menganalisis, menafsirkan (interpretasi), dan melaporkan hasil sebagai teknik analisis data, dalam karya Dongak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aksentuasi musik dalam tari kontemporer memiliki dua peran dengan fungsinya masing-masing, yaitu peran penanda dan peran petanda. Peran aksentuasi musik sebagai penanda dalam tari kontemporer berfungsi sebagai penebalan gerakan, sedangkan peran aksentuasi musik sebagai petanda berfungsi sebagai sinyal, kode, atau isyarat terhadap sesuatu yang penting. Selain itu, aksentuasi musik dalam tari kontemporer mempunyai kemampuan untuk menciptakan dinamika pertunjukan dan menarik perhatian penonton. Dengan demikian, peran dan fungsi tersebut menunjukkan betapa pentingnya kehadiran aksentuasi secara musikal pada sebuah pengkaryaan musik tari kontemporer. Penelitian di masa depan diharapkan untuk mengeksplorasi lebih rinci peran dan fungsi aksentuasi dalam mempengaruhi emosional penari dan penonton serta dampaknya pada pertunjukan. Selain itu, penelitian ini mungkin relevan dengan latar budaya dan genre musik lain yang mempengaruhi interpretasi dan aksentuasi musik tari kontemporer.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, (2016). Fungsi. Kamus Besar Bahasa Indonesia kemdikbud, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/fungsi
Banoe, Pono. (2003). Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.
Chandler, Daniel. (2019). Semiotics For Beginner. https://www.cs.princeton.edu/~chazelle/courses/BIB/semio2.htm
Ginanjar, M.G., Fausta, E., Daryana, H.A. (2023). Ansambel Kotak: Pemanfaatan Limbah Instrumen Angklung Lewat Proses Recycle di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Sorai Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik ,volume 16 nomor 1.
Hidayat, Robby. (2011) Koreografi dan Kreativitas. Yogyakarta, Kendi Media Pustaka
Seni Indonesia.
Humphrey, Doris. (1983) Seni Menata Tari (The Art of Making dances), Dewan Kesenian Jakarta, Jakarta.
MK, Asri. (2017.) Musik Tari Kurenah Uwaik Uwaik. Jurnal Garak Jo Garik, ISI Padangpanjang
Magi, Suhaimi. (2008). Randai Minangkabau dan Pencak Silat Sebuah Kolaborasi Yang Kontemporer. Kuala Lumpur: ASWARA.
Pramuditya, Puput. (2021). KHALIBANA: Karya Musik Absolut Sebagai Wujud Pesan Musik. Jurnal Selonding, Yogyakarta.
Prasetyo, Wahyu. (2012). Peran dan Fungsi Musik Kesenian Kubro Siswo Mudo Kecamatan Kalibawang Kulon Progo. Skripsi UNY. Yogyakarta.
Ratmaji. (2014). Peran dan Fungsi Musik Tari Simo Merapi di Banjarsari Wonokerto Turi Sleman Yogyakarta. Skripsi UNY, Yogyakarta
Safitriyani, Novia Dewi. (2022). Analisis Semiotika Self Healing Pada Lirik Lagu “Rehat” Karya Kunto Aji. Skripsi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang.
Sedyawati, Edy. (1986). Tari Sebagai Salah Satu Pernyataan Budaya dalam Pengetahuan Elemen Tari dan Beberapa Masalah Tari. Direktotar Kesenian, Jakarta.
Sobur, Alex. (2016). Semiotika Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung.
Supriyadi. (2021). Musik Religi: Nilai Ekstamusikal dalam Perspektif Komunikasi. Jurnal Selonding:Yogyakarta
Wiflihani, (2016). Fungsi Seni Musik dalam Kehidupan Manusia. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya Vol 2 no 1 2016.
DOI: https://doi.org/10.24821/sl.v21i1.13883
Refbacks
- There are currently no refbacks.


