PERANCANGAN BELAJAR SULING PELOG YOGYAKARTA
Abstract
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pemain suling, seniman, praktisi karawitan dan mahasiswa tidak mengenal adanya ciri khas suling gaya Yogyakarta, sehingga ada kecenderungan untuk meninggalkannya. Di sisi lain instrumen suling gaya Yogyakarta mempunyai spesifikasi yang mengarah pada ciri khas khusus, baik bentuk instrumen, nada tutupan, teknik memainkan maupun lagu cengkoknya.Penulisan ini selain bertujuan untuk memberi pemahaman tentang suling Gaya Yogyakarta juga menghasilkan produk bahan ajar suling gaya Yogyakarta sebagai panduan untuk belajar. Teknik belajar suling Gaya Yogyakarta mencakup: pengetahuan tentang suling, teknik dasar, teknik menengah, dan teknik mahir. Pengetahuan tentang suling meliputi cirikhas bentuk, lubang tiup, lubang nada, nada tutupan, cengkok seleh, dan penerapan cengkok seleh suling gaya Yogyakarta. Teknik dasar meliputi posisi dalam memainkan suling, penguasaan jenis tiupan dan tutupan suling laras pelog. Teknik menengah meliputi penguasaan dasar cengkok seleh laras pelog. Teknik mahir meliputi penerapan cengkok-cengkok seleh pada gending.
Kata kunci: metode, pembelajaran, suling, gaya Yogyakarta.
Full Text:
PDFReferences
W. Karahinan, Gendhing-gendhing Mataraman gaya Yogyakarta dan cara menabuh,
Volume 1. K.H.P. Krida Mardawa, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, 1991.
Rahayu Supanggah, Bothekan Karawitan II: Garap. Surakarta: ISI Press, 2007.
J. Creswell W., Penelitian Kualitatif & Desain Memilih Di Antara Lima Pendekatan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
S. Rahayu, “Estetika Wangsalan Dalam Lagu Sindhenan Karawitan Jawa,” Gelar
J. Seni Budaya, vol. 16, no. 1, pp. 42–49, 2019, doi: 10.33153/glr.v16i1.2338.
S. Subuh, “Garap Gending Sekaten Keraton Yogyakarta,” Resital J. Seni
Pertunjuk., vol. 17, no. 3, pp. 178–188, 2016, doi: 10.24821/resital.v17i3.2227.
R. -, T. Haryono, R. M. Soedarsono, and A. Susanto, “Pengaruh Sri Sultan
Hamengku Buwono I pada Seni Karawitan Kraton Yogyakarta,” Resital J. Seni
Pertunjuk., vol. 15, no. 1, pp. 43–51, 2014, doi: 10.24821/resital.v15i1.799.
J. Purwanto, GENDÈR BARUNG PERSPEKTIF ORGANOLOGI, TEKNIK, DAN
FUNGSI DALAM KARAWITAN GAYA SURAKARTA. Surakarta: GENDÈR
BARUNG PERSPEKTIF ORGANOLOGI, TEKNIK, DAN FUNGSI DALAM
KARAWITAN GAYA SURAKARTA, 2020.
A. Saepudin, “Penciptaan DaminatilaFont untuk Penotasian Kendang dan
Gamelan Sunda,” vol. 18, no. 1, pp. 53–63, 2017.
A. P. Merriam, “Metode dan Teknik Penelitian dalam Etnomusikologi,” in
Etnomusicology, 1995, pp. 89–122.
Rusdiyantoro, “Notasi Kepatihan: Kebertahanan, Perkembangan dan Dampak
Terhadap Kehidupan Karawitan,” Program Pascasarjana Institut Seni
Indonesia Surakarta, 2011.
E. Kurdita, “Penerapan Teknik Ornamentasi Suling Sunda Lubang Enam Pada
Lagu Tembang Sunda Cianjuran,” vol. 1, no. 1, pp. 1–13, 2015.
Refbacks
- There are currently no refbacks.