WE JINAH: KEINDAHAN ALAM DAN WUJUDNYA DALAM KOMPOSISI KARAWITAN INOVATIF
Abstract
Penciptaan komposisi karawitan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman subjektif pencipta terhadap keindahan alam di sekitar Tukad Yeh Jinah. Pengalaman estetis yang berpadu dengan ideologi mengenai kelestarian alam mendorong pencipta untuk menghadirkan kembali keindahan tersebut dalam bentuk karya komposisi karawitan. Tujuan utama dari penciptaan ini adalah menghadirkan kembali memori tentang keindahan alam Tukad Yeh Jinah, sekaligus menjadi penggambaran yang menempatkan lingkungan sebagai objek penting yang harus senantiasa dijaga dan dilestarikan. Metode penciptaan ditempuh melalui empat tahapan penting, yaitu: tahap inspirasi, tahap konsepsi, tahap eksekusi, dan tahap ngebah. Hasil dari proses ini adalah sebuah komposisi karawitan yang memiliki nilai inovasi. Inovasi tersebut terwujud melalui model-model pola musikal yang disajikan dengan media utama gamelan selonding serta beberapa instrumen pendukung lainnya. Setiap elemen musikal dari instrumen-instrumen tersebut berpadu, menghasilkan keindahan bunyi sekaligus menjadi representasi estetis dari keindahan alam di sekitar Tukad Yeh Jinah
Kata kunci: keindahan alam, komposisi karawitan, inovasi, dan We JinahFull Text:
PDFReferences
Darsono, Garap Mrabot Gendhing Onang-Onang, Rara Nangis, Jingking, Ayak-Ayakan, Srepeg, Palaran. 2002.
A. S. D. S. Aji, “Konsep Mandheg dalam Karawitan Gaya Surakarta,” Resital J. Seni Pertunjuk., vol. 20, no. 2, pp. 81–95, 2019, doi: 10.24821/resital.v20i2.3219.
A. S. Aji, “Konsep Mandheg dalam Karawitan Gaya Surakarta,” Resital J. Seni Pertunjuk., vol. 20, no. 2, 2019, doi: 10.24821/resital.v20i2.3219.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
P. M. Sukerta, Metode Penyusunan Karya Musik. Surakarta: Surakarta: ISI Press, 2011.
S. Padmosoekotjo, Ngèngrèngan Kausastran Djawa jilid I. Yogyakarta: Hien Hoo Sing, 1959.
B. Mardusari, Kandha Sanyata. Surakarta: ISI Press, 1996.
Suraji, “Sindhenan gaya Surakarta,” in Sindhenan Gaya Surakarta, STSI, Ed., Surakarta, 2005.
R. Supanggah, “Bothèkan Karawitan II: Garap. Surakarta: ISI Press.,” in Surakarta: ISI Press, 2007.
Martopangrawit, “Pengetahuan Karawitan Jilid II,” in Surakarta: ASKI, 1975.
Waridi, R.L. Martopangrawit Empu: Karawitan Gaya Surakarta. Yogyakarta: Mahavira, 2001.
Martopangrawit, Pengetahuan Karawitan. Surakarta: ASKI Surakarta, 1969.
S. Hastanto, Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa. Surakarta: ISI Press Surakarta, 2009.
Suraji, “Tinjauan Ragam Bentuk Tlutur Dan KorelasinyaKorelasinya, D A N,” Keteg J. Pengetahuan, Pemikir. dan Kaji. Tentang “Bunyi,” vol. 13, no. 1, pp. 123–152.
D. Widada, “Kamus Bau Satra Jawa,” in Yogyakarta, 2000.
G. Purborini, Ragam Garap Sinom Logondhang, Skripsi. Surakarta: ISI Surakarta, 2015.
G. Sri Hastjarjo, “Macapat Jilid I,II,III,” in Surakarta, 1979.
Suyoto, “Sukon Wulon dalam Tembang Macapat: Studi Kasus Tembang Asmarandana,” Kêtêg J. Pengetahuan, Pemikir. dan Kaji. Tentang Bunyi, vol. 16, no. 1, pp. 63–70, 2016, doi: DOI: https://doi.org/10.33153/keteg.v16i1.1771.
Suyoto. dan Timbul Haryono, “‘Vokal Dalam Karawitan Gaya Surakarta (Studi Kasus Kehadiran Kinanthi dalam Gending,’” Surakarta J. Keteg, vol. 15, no. 1, pp. 60–74, 2015.
D. A. N. E. Dasarnya, “Konsep Kepesindenan Dan Elemen-Elemen Dasarnya,” Harmon. J. Arts Res. Educ., vol. 13, no. 2, pp. 147–156, 2013, doi: 10.15294/harmonia.v13i2.2781.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


